JEPARA – Untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang menelan korban, pada awal April 2015 mendatang jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Jepara akan menggelar Operasi Simpatik Candi 2015 dengan sasaran utama pelaku pelanggaran lalu lintas yang kasat mata atau terlihat jelas seperti melawan arus, tidak menggunakan helm hingga kendaraan yang kelebihan muatan. Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Jepara, AKP Arianto Salkery, SH
Dalam keterangannya Kasat Lantas Polres Jepara, AKP Arianto Salkery, SH mengatakan, operasi simpatik merupakan kegiatan serentak yang dilaksanakan seluruh jajaran Satlantas di Indoensia, pelaksanaaanya selama 21 hari terhitung sejak 1 April 2015 mendatang sampai dengan 21 April 2015.Kasat Lantas Polres Jepara AKP Arianto Salkery, SH mengemukakan, operasi simpatik merupakan salah satu dari lima oprasi tahunan yang digelar seperti operasi ketupat, operasi patuh, operasi zebra dan oprasi lilin. Khusus di Jepara razia dilakukan secara statis dan dinamis, dimana tempatnya berpindah-pindah dan waktunya yang mendadak alias tidak terjadwal.Operasinya statis dan dinamis, menyesuaikan dengan kondisi dilapangan, ini untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan tingginya angka kecelakaan,” ujarnya.Kasat Lantas menambahkan, untuk operasi simpatik tahun ini, seluruh jajaran satlantas akan dilibatkan termasuk yang bertugas di jajaran Pos Siaga Lantas Polres Jepara, Ia Juga dengan operasi itu nanti, adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas dan tata tertib lalu lintas dapat ditingkatkan sehingga diawasi atau tidak diawasi oleh petugas, masyarakat tetap tertib.
Demi keamanan dan keselamatan pengendara itu sendiri.“Kita akan mengedepankan langkah-langkah persuasif seperti himbauan dan teguran kepada pengendara,” tuturnya.Sementara itu, Kasat Lantas mengatakan bila operasi simpatik ini juga ditujukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang berlakangan terus meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas, yang artinya jumlah kecelakaan meningkat dan berbanding lurus dengan jumlah korban jiwa yang tewas di jalan.Dan menurutnya, ada sejumlah faktor sebagai penyebab utama kecelakaan yakni faktor manusia atau pengendara dimana pengendara tidak mematuhi rambu lalu lintas, ugal-ugalan dan berkendaran dengan kecepatan sangat tinggi.
Faktor kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan seperti rem blong, kendaran susah dikendalikan dan kelebihan muatan. Sehingga di Bumi Kartini terdapat jalur yang rawan kecelakaan yakni jalan Jepara – Margoyoso – Kudus .“Ada juga kecelakaan dikarenakan jalan yang berlubang, akibat menghindari lubang malah tabrakan, tapi ada juga karena jalannya terlalu bagus akhirnya pengemudi ngebut dan kecelakaan,” terangnya.“Kami mengajak Masyarakat Kab. Jepara Bersatu, Menuju Jepara Tertib, Keselamatan Nomor 1 (Satu)”.pungkasnya . ( satlantas Jepara )
sumber: fb. Jepara Hari Ini

Posting Komentar