Marzuki mengatakan, Dana yang sebelumnya dijanjikan pemprov untuk Karimunjawa adalah Rp 16 Milyar. Namun dalam realitanya dana tersebut tidak ada dalam APBD Perubahan Jateng 2014. Dana tersebut baru muncul ketika APBD Jateng 2015 dan itupun tidak seperti yang dijanjikan, dan hanya keluar Rp 4 milyar saja . Pihaknya berharap , kekurangan dana yang belum dipenuhi bisa segera terealisasi .
" Kami berharap kepada Pemprov untuk lebih serius memperhatikan aspek aspek yang ada di Karimunjawa, karena jumlah wisatawan dikarimunjawa terus meningkat, semoga bisa terealisasi agar nantinya wisata di Jepara semakin berkembang dengan didukungnya infrastrukur yang memadai ", ungkap Marzuki.
Marzuki juga menambahkan, untuk aspek kesehatan seperti puskesmas dan tempat persalinan yang ada di Karimunjawa sampai saat ini juga belum memadai . Untuk itu, pihaknya mendesak kepada gubernur untuk segera merevitalisasi sarana kesehatan di Karimunjawa .
" Perbaikan dan pembangunan itu sangat penting , selain untuk masyarakat Karimunjawa juga untuk wisatawan yang berkunjung, agar nantinya pelayanan publik disana juga bisa memadai", pungkasnya .

Posting Komentar